PEMENFAATAN SISTEM INFORMASI DAN GEOGRAFIS DALAM DUNIA PERTANIAN
OLEH:
Intan Mansyur
07730001
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2009
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Geographic Information System ( GIS ) atau yang disebut dengan Sistem Informasi Geografis diartikan sebagai system yang digunakan untuk memasukan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospital, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan penggunaan lahan, sumberdaya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya. Karateristik lain dari informasi geografis adalah sifatnya yang relative statis dan jumlahnya sangat besar. Sifat statis tersebut berasal dari kenyataan bahwa fitur alam dan berbagai fitur karya manusia perubahannya sangat lambat, dan hanya informasi statis saja yang dapat diportet ke dalam sebuah peta kertas static, sementara itu jumlah yang besar dikarenakan informasi yang termuat bukan hanya berupa informasi tekstual saja, misalnya data yang dikirim dari sebuah satelit dalam satu hari dapat mencapai satu terabyte (1012 bytes ) sementara untuk semua data yang diperlukan dalam mendiskripsikan jaringan jalan di US dapat mencapai beberapa gigabytes ( 109 bytes ).
Dengan melihat permasalahan pertanian yang mengupayakan peningkatan efektifitas pambangunan pertanian ke depan dari sudut pandang keterkaitan program-program pembangunan dengan karateristik daerah pertanian dan kareteristik petani maka, dibutuhkan GIS sebagai salah satu alternative untuk membuat dan melaksanakan kebijakan pembanguna pertanian dan program-program pembangunan pertanian yang spesifikasi lokasi. Hal ini untuk mengatasi perbedaan-perbedaan agroklimatologi, kondisi tanah, kondisi infrastruktur pengairan, kebutuhan petani dan tingkat kemampuan bisnis petani yang mengharuskan pemegang kebijakan bidang pertanian memperhatikan perbedaan antara daerah tersebut dalam penyusunana program-program pembangunannya.
Penggunaan GIS dalam dunia pertanian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yaitu ArcView dimana sumber datanya dapat berupa data special maupun deskriptif. ArcView dapat menggunakan data yang bersumber antara lain yaitu peta analog ( peta topogrfi, peta tanah, dll), dari system pengindaraan jauh (citra satelit, foto udara, dsb), data hasil pengukuran lapang ( data batas administrasi, data batas kepemilikan lahan, batas hak penggunaan hutan, dsb), data GPS dimana dipersentasikan dalam bentuk vector.
1.2. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah dapat mengetahui manfaat penggunaan GIS dalam dunia pertanian.
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………………..1
1.1. Latar Belakang………………………………………………………………………..1
1.2. Tujuan………………………………………………………………………………....2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………3
BAB II. LANDASAN TEORI……………………………………………………………4
2.1. Pengertian Gis…………………………………………………………………………4
2.2. System Computer Gis…………………………………………………………………4
2.2.1. Perangkat Keras……………………………………………………………..4
2.2.2. Perangkat Lunak………………………………………………….................5
2.3. Pemenfaatan System Informasi dan Geografis dalam Dunia Pertanian…………..6
BAB III. PEMBAHASAN………………………………………………………………...7
BAB IV. PENUTUP………………………………………………………………………9
4.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………9
4.2. Saran…………………………………………………………………………………..9
BAB V. DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………10
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian GIS
Geographic information system ( GIS ) merupakan suatu data base yang khusus (special purposed database ) dengan acuan utama sistem koordinat spasial yang telah umum digunakan dalam geografi. GIS yang komprehensif terdiri dari :
• Memasukan data, dari peta, foto udara, citra satelit, survey, dan sumber-sumber lainya
• Penyimpanan data, pengambilan kembali, dan query
• Transformasi data, analisa, dan permodelan, termasuk statistic spasial
• Pencetakan data, misalnya peta, laporan-laporan dan perencanaan (Prahasta, 2002 ).
2.2. Sistem Komputer GIS
Sistem komputer biasanya terdiri dari perangkat keras (hardware), dan perangkat lunak (software).
A. Perangkat keras
Perangkat keras terdiri dari beberapa komponen yaitu :
• Central processing unit
CPU menjalankan program computer dan mengendalikan operasi seluruh komponen. Biasanya digunakan CPU untuk computer pribadi (PC/Personal Computer), atau work station pada sebuah jaringan computer.
• Memory
Memory utama adalah bagian yang paling esensi pada computer seluruh data dan program berada pada memori utama untuk askes yang lebih cepat. Dibutuhkan setidaknya memory berkapasitas 64MB untuk GIS berbasis PC. Memory tambahan digunakan data yang berukuran baik bersifat permanen, semi parmanen, dengan akses yang lebih rendah dibanding dengan memory utama. Dikenal juga sebagai media penyimpanan data, seperti hardisk, disket, pita magnetis atau cakram padat optis (CD-ROOM), untuk hardisk biasanya dibutuhkan berkapasitas 1 GB.
• Alat tambahan (peripherals) dimana terdiri dari alat masukan (input device) seperti key board, digitizers, pemindai (scanner), kamera digital, workstation fotogrametris digital, dan alat keluaran (output device) seperti monitor berwarna, printer, perekam flim, dll ( Anonymous, 2004).
B.Perangkat Lunak
Perangkat lunak terdiri dari system operasi, compiler, dan program aplikasi.
• System opersi (Operating System/OS): mengendalikan seluruh operasi program, juga menghubungkan perangkat keras dengan program aplikasi. Untuk PC: MS-DOS (IMB-PCs) dan WINDOS adalah system operasi yang banyak digunakan, dan untuk workstation yaitu UNIX dan VMS adalah OS yang dominan
• Compiler : menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa computer pada kode mesin sehingga CPU mampu menjalankan program yang harus dieksekusi. Bahasa compiler yang digunakan adalah C, Pascal, FORTRAN, BASIC, dll
• Program aplikasi : kini, banyak vendor (perusahaan yang membuat software) menyediakan software GIS, seperti dalam table berikut
2.3. Pemenfaatan Sistim Informasi Geografis Dalam Dunia Pertanian
Dalam dunia pertanian pemenfaatan GIS telah mengalami banyak kemajuan, dimana dapat menigkatkan produktivitas hasil pertanian yang lebih efektif. Fungsi GIS dalam dunia pertanian antara lain yaitu :
• Menganalisa kesesuaian iklim, baik berupa curah hujan, suhu udara rata-rata dll
• Menganalisa kesesuaian lahan, baik mengenai sifat fisik maupun sifat kima tanah, antara lain menganalisa kedalaman efektif tanah, drainase tanah, testur tanah, pH, KTK tanah, dll
• Menganalisa kesesuaian tropografi, seperti ketinggian lokasi (m dpl), kelerengan (slope-%)
• Menganalisa pendapatan ekonomi petani dari produktivitas lahan pertanian
• Melakukan efensiensi penggunaan air dan peningkatan produktivitas lahan pertanian
• Pembuatan rumah kaca yang berbasis dengan jaringan computer
• Pengembangan GIS yang diberi nama SWARMS, yang bertujuan menagani system administrasi,pemetaan, analisa data dann peramalan belalang kembar ( anonymous, 2008).
BAB III
PEMBAHASAN
Dalam penigkatan produktivitas hasil pertanian kita harus berkerja keras dan mempunyai pengetahuan mengenai perkembangan baik berupa program-program aplikasi pertanian, ilmu pengetahuan dan teknologi, yang mendukung efesiensi dan efektifitas hasil. Salah satu program perangkat lunak yang telah berkembang dalam dunia pertanian yang sangat pesat adalah ArcView dimana system informasi dan geografis digunakan untuk menganalisa, mengolah, mengorganisir, dan memperduksi data spasial maupun data non-spasial yang berbasis computer. Penggunaan system informasi dan goegrafis dalam dunia pertanian telah mengalami kemajuan yang sangat positif untuk meningkatkan kinerja dari petani, contohnya Rice Irrigation Management System ( RIMS ) yang didukung oleh teknologi GIS untuk melakukan efesiensi penggunaan air dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Teknologi GIS untuk menyimpan data ke dalam basis data computer sehingga memungkinkan untuk melakukan analisa wilayah geografi dalam hal ini wilayah yang dilalui saluran irigasi. Kemampuan system RIMS yang menggunakan teknologi GIS dapat mengembangkan memejement air dengan baik (Daryanto, 2001).
Selain itu Gllas House ( rumah kaca ) yang biasanya dikenal dengan sebutan MARDI yang memadukan teknologi GIS untuk pengontrol lingkungan (environment control) melalui jaringan computer. Fungsi rumah kaca adalah untuk melakukan proses penelitian yang berhubungan dengan pertanian seperti rekayasa genetika padi unggul, pembudidayan padi dari hasil bibit unggul dan lain-lain. Di dalam rumah kaca tersebut dipasang sensor suhu yang menggerakan beberapa unit control seperti kipas, sprinkler system dan lain-lain. Kesemua system tersebut dihubungkan melalui kabel ke pusat computer, jadi pusat computer mengontrol 4 buah rumah kaca di tempat yang berbeda. Penerapan system ini dapat memberikan pengontrolan terhadap suhu sesuai dengan keadaan lingkungan yang dibutuhkan selama 24 jam (Daryanto, 2001).
Peta merupakan sajian informasi penting dalam berbagi sector kehidupan manusia. Karena dirasakan sangat penting, maka manusia telah mengembangkan berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pemetaan dengan GIS atau yang dikenal dengan SWARMS yang bertujuan untuk menangani system administrrasi, pemetaan, analisa data dan peramalan belalang kembar. Jenis peta digital antara lain peta digital format SPANS contohnya, peta administrasi, peta tematik dll, dan peta digital format Mapinfo Profesional . Untuk menganalisa kesesuain lahan, kondisi tanah, tropografi dan pendapatan ekonomi, diperlukan data yang bersifat spasial maupun diskriptif. Sebagian peta yang dimanafaatkan untuk kegiatan pengembangan dan operasional peramalan Organisme Jasad Pengganggu (OPT) adalah pemetaan dan analisa daerah endemis OPT utama pada tanaman holtikultural dan pangan, pemetaan ramalan luas sserangga OPT pada tanaman pangan dan holtikultural. Penggunaan system computer GIS sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kita agar fungsi dan peranannya dijalankan lebih efektif dan efesien.
BABA VI
PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
Geographic Information System (GIS) merupakan teknologi berbasis computer yang digunakan untuk mengolah, mengorganisir, menganalisis dan memperduksi data/informasi spasial maupun non-spasial. Fungsi GIS dalam dunia pertanian telah mengalami banyak kemajuan, hal ini diharapkan dapat meningatkan produktivitas dan efesiensi hasil produksi. Banyak terapan fungsi GIS dalam dunia pertanian antara lain menganalisis kondisi tanah, kondisi tropografi, iklim, agrikultur, serta memadukan berbagai fungsi GIS dengan komponen lainnya seperti, RIMS, MARDI, SPANS, dan lain-lain. Untuk efektifitas penggunaan GIS sebaikanya menggunakan system computer GIS yang disesuaikan dengan kebutuhan kita.
4.2. SARAN
Penggunaan GIS sebaiknya tidak hanya dirasakan oleh kalangan tertentu saja misalnya professional, perusahaan dan kalangan akademik saja, tetapi sebaiknya membantu para petani dan nelayan dalam menigkatkan kemampuan mereka dalam mengelolah lahan pertanian, identifikasi lahan, dan penigkatakan produktivitas hasil. Hal ini juga dapat berdampak pada peningkatan penghasilan Negara, sehingga perekonomian Indonesia dapat lebih maju.
DAFAR PUSTAKA
Anonymous, 2004. Hubungan Antara System Informasi Geografis dalam Bidang Pertanian. http: //www.google.com. Diakses pada tanggal 14 juni 2009
Anonymous.2008. Peranan Gis Dalam Dunia Pertanian. http: //www.wikipedia.com. Diakses pada tanggal 14 juni 2009
Daryanto, 2001. Pengembangan perlindungan tanaman holtikutural. ITB: Bandung
Prahasta, E.2002. Sistem Informasi Geografis: totarial ArcView. Informatika Bandung: Bandung
PEMENFAATAN SISTEM INFORMASI DAN GEOGRAFIS DALAM DUNIA PERTANIAN
OLEH:
Intan Mansyur
07730001
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2009
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Geographic Information System ( GIS ) atau yang disebut dengan Sistem Informasi Geografis diartikan sebagai system yang digunakan untuk memasukan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospital, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan penggunaan lahan, sumberdaya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya. Karateristik lain dari informasi geografis adalah sifatnya yang relative statis dan jumlahnya sangat besar. Sifat statis tersebut berasal dari kenyataan bahwa fitur alam dan berbagai fitur karya manusia perubahannya sangat lambat, dan hanya informasi statis saja yang dapat diportet ke dalam sebuah peta kertas static, sementara itu jumlah yang besar dikarenakan informasi yang termuat bukan hanya berupa informasi tekstual saja, misalnya data yang dikirim dari sebuah satelit dalam satu hari dapat mencapai satu terabyte (1012 bytes ) sementara untuk semua data yang diperlukan dalam mendiskripsikan jaringan jalan di US dapat mencapai beberapa gigabytes ( 109 bytes ).
Dengan melihat permasalahan pertanian yang mengupayakan peningkatan efektifitas pambangunan pertanian ke depan dari sudut pandang keterkaitan program-program pembangunan dengan karateristik daerah pertanian dan kareteristik petani maka, dibutuhkan GIS sebagai salah satu alternative untuk membuat dan melaksanakan kebijakan pembanguna pertanian dan program-program pembangunan pertanian yang spesifikasi lokasi. Hal ini untuk mengatasi perbedaan-perbedaan agroklimatologi, kondisi tanah, kondisi infrastruktur pengairan, kebutuhan petani dan tingkat kemampuan bisnis petani yang mengharuskan pemegang kebijakan bidang pertanian memperhatikan perbedaan antara daerah tersebut dalam penyusunana program-program pembangunannya.
Penggunaan GIS dalam dunia pertanian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yaitu ArcView dimana sumber datanya dapat berupa data special maupun deskriptif. ArcView dapat menggunakan data yang bersumber antara lain yaitu peta analog ( peta topogrfi, peta tanah, dll), dari system pengindaraan jauh (citra satelit, foto udara, dsb), data hasil pengukuran lapang ( data batas administrasi, data batas kepemilikan lahan, batas hak penggunaan hutan, dsb), data GPS dimana dipersentasikan dalam bentuk vector.
1.2. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah dapat mengetahui manfaat penggunaan GIS dalam dunia pertanian.
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………………..1
1.1. Latar Belakang………………………………………………………………………..1
1.2. Tujuan………………………………………………………………………………....2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………3
BAB II. LANDASAN TEORI……………………………………………………………4
2.1. Pengertian Gis…………………………………………………………………………4
2.2. System Computer Gis…………………………………………………………………4
2.2.1. Perangkat Keras……………………………………………………………..4
2.2.2. Perangkat Lunak………………………………………………….................5
2.3. Pemenfaatan System Informasi dan Geografis dalam Dunia Pertanian…………..6
BAB III. PEMBAHASAN………………………………………………………………...7
BAB IV. PENUTUP………………………………………………………………………9
4.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………9
4.2. Saran…………………………………………………………………………………..9
BAB V. DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………10
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian GIS
Geographic information system ( GIS ) merupakan suatu data base yang khusus (special purposed database ) dengan acuan utama sistem koordinat spasial yang telah umum digunakan dalam geografi. GIS yang komprehensif terdiri dari :
• Memasukan data, dari peta, foto udara, citra satelit, survey, dan sumber-sumber lainya
• Penyimpanan data, pengambilan kembali, dan query
• Transformasi data, analisa, dan permodelan, termasuk statistic spasial
• Pencetakan data, misalnya peta, laporan-laporan dan perencanaan (Prahasta, 2002 ).
2.2. Sistem Komputer GIS
Sistem komputer biasanya terdiri dari perangkat keras (hardware), dan perangkat lunak (software).
A. Perangkat keras
Perangkat keras terdiri dari beberapa komponen yaitu :
• Central processing unit
CPU menjalankan program computer dan mengendalikan operasi seluruh komponen. Biasanya digunakan CPU untuk computer pribadi (PC/Personal Computer), atau work station pada sebuah jaringan computer.
• Memory
Memory utama adalah bagian yang paling esensi pada computer seluruh data dan program berada pada memori utama untuk askes yang lebih cepat. Dibutuhkan setidaknya memory berkapasitas 64MB untuk GIS berbasis PC. Memory tambahan digunakan data yang berukuran baik bersifat permanen, semi parmanen, dengan akses yang lebih rendah dibanding dengan memory utama. Dikenal juga sebagai media penyimpanan data, seperti hardisk, disket, pita magnetis atau cakram padat optis (CD-ROOM), untuk hardisk biasanya dibutuhkan berkapasitas 1 GB.
• Alat tambahan (peripherals) dimana terdiri dari alat masukan (input device) seperti key board, digitizers, pemindai (scanner), kamera digital, workstation fotogrametris digital, dan alat keluaran (output device) seperti monitor berwarna, printer, perekam flim, dll ( Anonymous, 2004).
B.Perangkat Lunak
Perangkat lunak terdiri dari system operasi, compiler, dan program aplikasi.
• System opersi (Operating System/OS): mengendalikan seluruh operasi program, juga menghubungkan perangkat keras dengan program aplikasi. Untuk PC: MS-DOS (IMB-PCs) dan WINDOS adalah system operasi yang banyak digunakan, dan untuk workstation yaitu UNIX dan VMS adalah OS yang dominan
• Compiler : menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa computer pada kode mesin sehingga CPU mampu menjalankan program yang harus dieksekusi. Bahasa compiler yang digunakan adalah C, Pascal, FORTRAN, BASIC, dll
• Program aplikasi : kini, banyak vendor (perusahaan yang membuat software) menyediakan software GIS, seperti dalam table berikut
2.3. Pemenfaatan Sistim Informasi Geografis Dalam Dunia Pertanian
Dalam dunia pertanian pemenfaatan GIS telah mengalami banyak kemajuan, dimana dapat menigkatkan produktivitas hasil pertanian yang lebih efektif. Fungsi GIS dalam dunia pertanian antara lain yaitu :
• Menganalisa kesesuaian iklim, baik berupa curah hujan, suhu udara rata-rata dll
• Menganalisa kesesuaian lahan, baik mengenai sifat fisik maupun sifat kima tanah, antara lain menganalisa kedalaman efektif tanah, drainase tanah, testur tanah, pH, KTK tanah, dll
• Menganalisa kesesuaian tropografi, seperti ketinggian lokasi (m dpl), kelerengan (slope-%)
• Menganalisa pendapatan ekonomi petani dari produktivitas lahan pertanian
• Melakukan efensiensi penggunaan air dan peningkatan produktivitas lahan pertanian
• Pembuatan rumah kaca yang berbasis dengan jaringan computer
• Pengembangan GIS yang diberi nama SWARMS, yang bertujuan menagani system administrasi,pemetaan, analisa data dann peramalan belalang kembar ( anonymous, 2008).
BAB III
PEMBAHASAN
Dalam penigkatan produktivitas hasil pertanian kita harus berkerja keras dan mempunyai pengetahuan mengenai perkembangan baik berupa program-program aplikasi pertanian, ilmu pengetahuan dan teknologi, yang mendukung efesiensi dan efektifitas hasil. Salah satu program perangkat lunak yang telah berkembang dalam dunia pertanian yang sangat pesat adalah ArcView dimana system informasi dan geografis digunakan untuk menganalisa, mengolah, mengorganisir, dan memperduksi data spasial maupun data non-spasial yang berbasis computer. Penggunaan system informasi dan goegrafis dalam dunia pertanian telah mengalami kemajuan yang sangat positif untuk meningkatkan kinerja dari petani, contohnya Rice Irrigation Management System ( RIMS ) yang didukung oleh teknologi GIS untuk melakukan efesiensi penggunaan air dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Teknologi GIS untuk menyimpan data ke dalam basis data computer sehingga memungkinkan untuk melakukan analisa wilayah geografi dalam hal ini wilayah yang dilalui saluran irigasi. Kemampuan system RIMS yang menggunakan teknologi GIS dapat mengembangkan memejement air dengan baik (Daryanto, 2001).
Selain itu Gllas House ( rumah kaca ) yang biasanya dikenal dengan sebutan MARDI yang memadukan teknologi GIS untuk pengontrol lingkungan (environment control) melalui jaringan computer. Fungsi rumah kaca adalah untuk melakukan proses penelitian yang berhubungan dengan pertanian seperti rekayasa genetika padi unggul, pembudidayan padi dari hasil bibit unggul dan lain-lain. Di dalam rumah kaca tersebut dipasang sensor suhu yang menggerakan beberapa unit control seperti kipas, sprinkler system dan lain-lain. Kesemua system tersebut dihubungkan melalui kabel ke pusat computer, jadi pusat computer mengontrol 4 buah rumah kaca di tempat yang berbeda. Penerapan system ini dapat memberikan pengontrolan terhadap suhu sesuai dengan keadaan lingkungan yang dibutuhkan selama 24 jam (Daryanto, 2001).
Peta merupakan sajian informasi penting dalam berbagi sector kehidupan manusia. Karena dirasakan sangat penting, maka manusia telah mengembangkan berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pemetaan dengan GIS atau yang dikenal dengan SWARMS yang bertujuan untuk menangani system administrrasi, pemetaan, analisa data dan peramalan belalang kembar. Jenis peta digital antara lain peta digital format SPANS contohnya, peta administrasi, peta tematik dll, dan peta digital format Mapinfo Profesional . Untuk menganalisa kesesuain lahan, kondisi tanah, tropografi dan pendapatan ekonomi, diperlukan data yang bersifat spasial maupun diskriptif. Sebagian peta yang dimanafaatkan untuk kegiatan pengembangan dan operasional peramalan Organisme Jasad Pengganggu (OPT) adalah pemetaan dan analisa daerah endemis OPT utama pada tanaman holtikultural dan pangan, pemetaan ramalan luas sserangga OPT pada tanaman pangan dan holtikultural. Penggunaan system computer GIS sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kita agar fungsi dan peranannya dijalankan lebih efektif dan efesien.
BABA VI
PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
Geographic Information System (GIS) merupakan teknologi berbasis computer yang digunakan untuk mengolah, mengorganisir, menganalisis dan memperduksi data/informasi spasial maupun non-spasial. Fungsi GIS dalam dunia pertanian telah mengalami banyak kemajuan, hal ini diharapkan dapat meningatkan produktivitas dan efesiensi hasil produksi. Banyak terapan fungsi GIS dalam dunia pertanian antara lain menganalisis kondisi tanah, kondisi tropografi, iklim, agrikultur, serta memadukan berbagai fungsi GIS dengan komponen lainnya seperti, RIMS, MARDI, SPANS, dan lain-lain. Untuk efektifitas penggunaan GIS sebaikanya menggunakan system computer GIS yang disesuaikan dengan kebutuhan kita.
4.2. SARAN
Penggunaan GIS sebaiknya tidak hanya dirasakan oleh kalangan tertentu saja misalnya professional, perusahaan dan kalangan akademik saja, tetapi sebaiknya membantu para petani dan nelayan dalam menigkatkan kemampuan mereka dalam mengelolah lahan pertanian, identifikasi lahan, dan penigkatakan produktivitas hasil. Hal ini juga dapat berdampak pada peningkatan penghasilan Negara, sehingga perekonomian Indonesia dapat lebih maju.
DAFAR PUSTAKA
Anonymous, 2004. Hubungan Antara System Informasi Geografis dalam Bidang Pertanian. http: //www.google.com. Diakses pada tanggal 14 juni 2009
Anonymous.2008. Peranan Gis Dalam Dunia Pertanian. http: //www.wikipedia.com. Diakses pada tanggal 14 juni 2009
Daryanto, 2001. Pengembangan perlindungan tanaman holtikutural. ITB: Bandung
Prahasta, E.2002. Sistem Informasi Geografis: totarial ArcView. Informatika Bandung: Bandung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar