Minggu, 29 Maret 2009

e-commerce


Dengan melihat perkembangan jaman yang semakin maju, menuntut setiap orang berkerja dan beraktivitas cepat dan tepat waktu. Dengan permasalahan yang ada di harapkan restoran siap saji ini dapat menjadi salah satu altenatif untuk sebagia orang yang sibuk. Restoran siap saji ini menyediakan berbagai macam menu, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, restoran siapm saji ini juga berada pada tempat yang strategi dan aman. Selain itu restoran siapa saji ini telah mendapat sertifikat dari pemerintah mengenai kahalalnnya yang berada di bawah badan POM dan MUI. Restoran siapa saji ini juga telah memakai standarisasi usaha dn sistim menejemennya ISO-9000 sampai ISO-9004.kami juga memasarkan produk-produk kami secara on-line yaitu menggunakan program e-commerce,Jika anda berminat untuk berkunjung ataun ingin mengetahui tempat kami, anda dapat menghubungi alamat kami:
1.http://intanmansyur01.blogspot.com
2.www.intanmansyur@yahoo.co.id
3.http://tokotaku-ngalam.indonet work.co.id
silakan mencoba dan menikmati Selanjutnya.....

Minggu, 22 Maret 2009

Kadar Protein dalam Bahan Pangan

Selanjutnya.....

Langkah-langkah Menampilkan Data Spread Sheet Dalam Tampilan Jpg

  1. Membuat data diprogram Ms . Excel
  2. Melakukan perhitungan, jika perhitungan N total gunakan rumus = ((c4*0,02*14,008)/ (b4*1000), dan jika melakukan perhitungan kadar protein gunakan rumus = d4* 5,75, setelah memasang rumus, untuk hasilnya kita langsung dapat menekan tombol enter, dan secara otomatis hasilnya dapat dilihat.
  3. Setelah mendapat hasil pada kotak yang pertama kita dapat langsung melihat hasil pada kotak yang berikutnya dengan cara, meletakan kursor pada kotak yang telah didapatkan hasil kemudian pada ujuang bawah kotak itu muncul tanda ⁺ kemudian tarik ujungnya setelah itu tekan tombol enter dan secara otomatis hasilanya dapat dilihat.
  4. Untuk penjumlahan kita dapat langsung menekan tombol ∑ kemudian tekan tombol enter dan secara otomatis hasilnya dapat di baca di layar.
  5. Setelah data yang dibuat selesai, langkah selanjutnya kita membut diagram dengan memilih menu insert, kemudian pilih chart, setelah itu memilih contoh diagram yang diinginkan.
  6. Memasukan data dengan memilih slacet data, kemudian mengaturnya sesui dengan keinginan kita.
  7. Mengaktifkan photoscapesetup-v3.3, kemudian pilih screen capture kemudian pilih menu capture full screen, dan secara otomatis hasil jpg akan muncul.
  8. Setelah tampilan jpg talah jadi, kita dapat langsung menyimpannya dengan cara memilih menu save as.


Selanjutnya.....

Perbandingan Property Software, Shareware, Dan Open Source

shareware adalah salah satu metode pemasaran perangkat lunak komersial dimana perangkat lunak didistribusikan secara gratis. Kebanyakan perangkat lunak shareware didistribusikan melalui internet dan dapat di secara gratis atau melalui majalah-majalah komputer. Istilah lainnya untuk shareware adalah trialware, demoware yang pada intinya "coba dulu sebelum membeli". Fitur-fitur perangkat lunak shareware belum tentu mencerminkan keseluruhan fitur yang didapat ketika pengguna sudah membeli perangkat lunak tersebut, tetapi beberapa shareware membuka semua fitur tanpa terkecuali. Umumnya perangkat lunak shareware hanya bisa dijalankan dalam periode waktu tertentu saja atau dibatasi dari jumlah penggunaannya. Setelah periode tertentu atau mencapai jumlah pemakaian tertentu, perangkat lunak akan terkunci. Jika pengguna tidak merasa cocok, dan tidak ingin menggunakannya lagi, maka pengguna wajib untuk menghapus program dari komputer pengguna. Apabila pengguna merasa cocok, untuk dapat terus menggunakan, ia harus membeli untuk memperoleh kunci pembuka atau perangkat lunak versi non-shareware-nya. Apabila menggunakan kunci pembuka, pengguna memasukkan kunci tersebut di perangkat lunak shareware. Apabila kunci tersebut valid, perangkat lunak yang tadinya terkunci akan terbuka untuk penggunaan seterusnya tanpa batasan.
Dalam dunia software, istilah free software lebih dimaknai sebagai “perangkat lunak bebas” ketimbang “perangkat lunak gratis”. Alasannya, istilah “gratis” biasanya hanya mengacu pada harga, bukannya kebebasan. Kebebasan dalam hal ini meliputi kebebasan untuk menjalankan suatu program untuk tujuan apa saja, kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan program tersebut sehingga dapat membantu sesama pengguna, dan yang terakhir adalah kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum sehingga semua menikmati keuntungannya. Untuk mewujudkan semua itu, setiap perangkat lunak yang dinyatakan sebagai perangkat lunak bebas wajib disebarluaskan dibawah lisensi General Public License (GPL).
Konsekuensinya, agar dapat disebut sebagai perangkat lunak bebas (free software), sebuah perangkat lunak harus menyediakan kode sumber (source-code) yang dapat diakses dan dimodifikasi oleh penggunanya. Yang disebut dengan kode sumber disini adalah kode-kode dalam bahasa pemrograman yang membentuk perangkat lunak bersangkutan sebelum perangkat lunak tersebut di-compile. Perangkat lunak semacam ini lantas disebut sebagai perangkat lunak open source.
Free software tidak sama dengan perangkat lunak shareware maupun freeware. Walaupun tersedia secara gratis, shareware dan freeware jelas bukan perangkat lunak bebas. Para pembuat shareware sebenarnya sama sekali tidak berniat untuk menggratiskan software buatannya. Mereka cuma memberi kesempatan kepada user untuk mencoba selama periode tertentu untuk kemudian memutuskan apakah akan membeli versi komersialnya atau sama sekali tidak menggunakan program tersebut. Sementara itu, para pembuat freeware memang menggratiskan program buatannya, tapi mereka rata-rata tidak menyediakan source code, yang berarti mereka tidak menyediakan akses bagi penggunanya untuk melakukan modifikasi terhadap program untuk menyesuaikan dengan kebutuhannya. Ini jelas bertentangan dengan prinsip perangkat lunak yang sudah disinggung diatas.
Open Source dan Free Software
Satu hal yang sering rancu adalah pengertian antara open source dan free software (perangkat lunak bebas). Kadang-kadang kita menemui kedua istilah ini dicampur adukkan, padahal keduanya adalah hal yang berbeda.Boleh-boleh saja sebuah perangkat lunak open source diaku sebagai free software, tapi masalahnya bukan apakah kode sumber dibuka atau tidak, tapi lebih dari itu, apakah kode itu tersedia secara bebas atau tidak. FreeBSD misalnya, adalah perangkat lunak open source, tapi bukanlah free software, setidaknya kalau kita mengacu pada definisi GPL. Ini karena walaupun kode sumber untuk FreeBSD memang tersedia, namun hanya untuk kalangan terbatas. Kode ini juga tidak bebas untuk dikembangkan sesuka hati oleh penggunanya. Ketersediaan kode sumber disini sebenarnya semata-mata untuk alasan kemudahan bagi developer untuk mengembangkan perangkat lunak untuk OS bersangkutan. Sebaliknya, OS semacam Linux adalah free software yang definitif karena kode sumbernya selain terbuka, juga dapat dimodifikasi maupun ditingkatkan oleh penggunanya sendiri (bukan hanya untuk developer).
Di pihak lain, walaupun sifatnya “free”, ini tidak berarti selamanya Linux tersedia secara gratis, karena beberapa paket distrubusi (distro) Linux dikemas sebagai paket komersial dimana pengguna harus membayar biaya lisensi untuk bisa menggunakannya secara legal. Sebaliknya, FreeBSD yang walaupun bukan free software, justeru tersedia secara gratis untuk digunakan oleh siapa saja tanpa perlu dipusingkan soal lisensi.
Proyek GNU bentukan Richard Stallman merupakan contoh yang relevan dari perangkat lunak bebas. Stallman mulai mencanangkan gerakan software bebas (free software movement) pada 1983, saat ia mengumumkan rencananya untuk menulis software kompatibel UNIX yang disebut GNU (yang merupakan akronim rekursif dari GNU’s Not UNIX) dan mengedarkannya secara gratis untuk publik.
Sebagaimana FreeBSD yang merupakan pengembangan dari keluarga Unix BSD, maka OS Linux yang populer itu sebenarnya merupakan turunan yang paling populer dari GNU. Linux Torvalds menciptakan Linux sebagai sebuah kernel dari GNU. Karenanya, walaupun sistem operasi buatannya ini sering dirujuk sebagai “Linux” saja, sebetulnya ia lebih tepat jika disebut sebagai sistem GNU/Linux. Dilain pihak, kernel GNU yang ditulis oleh Stallman – disebut Hurd, atau tepatnya GNU/Hurd – sampai saat ini masih dikembangkan dan belum kunjung selesai (!).
Kesimpulannya, istilah free software maupun open source sebenarnya tidak berkorelasi langsung dengan masalah harga. Ini cuma persoalan ketersediaan kode sumber dan bagaimana hak pengguna terhadap kode sumber bersangkutan. Untuk ukuran pengguna kebanyakan (bukan programmer/developer), urusan ini jelas bukan sesuatu yang signifikan.
OSI dan FSF
Ketersediaan kode sumber untuk diakses publik tidak serta merta membuat suatu software berhak menyandang sebutan open source. Ini kalau kita menggunakan definisi open source versi Open Source Initiative (OSI), sebuah lembaga nonprofit. Definisi formal dari open source menurut versi OSI diantaranya adalah, apabila setiap orang memiliki hak untuk memodifikasi dan me-redistribusi kode program jadi.
Definisi OSI ini sebenarnya secara umum sama dengan definisi free software dari Free Software Foundation (FSF) bentukan Richard Stallman, yang diwujudkan dalam apa yang disebut sebagai General Public License (GPL) itu. Sebagai informasi, FSF adalah organisasi utama dimana proyek GNU bernaung. Sebagai sebuah organisasi nirlaba, FSF memiliki misi untuk menciptakan Perangkat Lunak Bebas dalam artian bebas untuk digunakan, dipelajari, disalin, diubah, dan diedarkan, serta untuk membela hak para pengguna perangkat lunak bebas.
SI sendiri akhirnya memisah dari FSF pada 1998, saat mana mereka mulai mengadopsi label open source. Alasannya adalah karena terminologi open source dianggap kurang bermuatan ideologis ketimbang free software. Kelompok ini meyakini bahwa frase open source memiliki daya tarik yang lebih besar bagi kalangan bisnis, kendati sebenarnya software tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang kurang lebih serupa seperti model pengembangan pada FSF. Sejak itu pula, kedua gerakan ini memisah secara filosofi. OSI cenderung menempatkan diri dalam kaitan pengembangan software, sedangkan FSF memposisikan kelompoknya sebagai sebuah gerakan sosial.
Selanjutnya.....

Star Office

StarOffice dikenal juga dengan istilah StarSuite, merupakan office suite komersial yang dikeluarkan oleh Sun Microsystems. StarOffice ini pada awalnya dibangun oleh perusahaan dari Jerman, yaitu StarDivision, pada tahun 1986. Sedangkan pengembangan untuk terintegrasi menjadi satu kesatuan pada StarOffice, dimulai semenjak tahun 1994. umumnya aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan C++. Pada tahun 1999, hak pengembangan aplikasi ini diambil alih oleh Sun Microsystems, mengingat Sun sendiri ingin berkompetisi dengan Microsoft Office, versi pertama yang dikeluarkan oleh Sun adalah StarOffice versi 5.2 yang dapat didownload melalui internet secara gratis.
StarOffice juga merupakan paket Office luar biasa. Kemampuannya untuk dikembangkan lebih lanjut dengan bantuan macro membuat paket Office ini begitu fleksibel. Dengan macro, kita bahkan bisa menyimulasikan berbagai fungsi dari StarOffice. Fungsi-fungsi dasar dari star office antara lain membuat dokumen baru, membuka dokumen baik secara read/write ataupun read only, menyimpan dokumen, mengubah properties dokumen, mengetahui statistik dokumen, mencari teks tertentu dalam dokumen, ataupun mencetak dokumen.Semua fungsi tersebut adalah fungsi dasar StarOffice. Tak terlepas dari komponen apapun yang kita gunakan, baik Writer, Calc ataupun Impress, membuka dan menyimpan dokumen adalah tugas dasar yang tak terelakkan.
Dengan macro, kita dapat mengembangkan apa saja di StarOffice. Membuat file manager sendiri pun bisa asalkan rajin karena tersedia banyak dukungan fungsi file sistem. Tidak mudah memang mempelajari macro di StarOffice. Sering berlatih adalah salah satu cara untuk mempelajarinya.
Produk star office yang terbaru adalah Aplikasi StarOffice, StarOffice 9.0, kini memiliki support untuk system operasi Mac OS X Apple dan semakin memperluas kemampuannya untuk bekerja di format file yang berbeda, termasuk legacy dan file OOXML Microsoft Office, juga dokumen PDF.. 
StarOffice 9 adalah pilihan yang bagus untuk perusahaan yang mencari cara untuk mengurangi biaya bagian IT dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang mulai melemah. StarOffice merupakan software enterprise Sun, OpenOffice, versi open source. Harga dari StarOffice 9 ini sebesar $34.95 untuk individu dan $25 untuk enterprise, dan semua harga sudah termasuk full product support dari Sun. (h_n)
Selanjutnya.....